in

Review Sinopsis Film Diary of a Wimpy Kid (2010), Susahnya Beranjak Remaja

Diary of a Wimpy Kid adalah sebuah film komedi yang menjadi pembuka dari seri film berjudul sama. Kisah dalam seri film ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Greg Heffley dalam hari-harinya di sekolah menengah.

Seri film ini adalah adaptasi dari novel berjudul sama karya Jeff Kinney yang pertama kali dipublikasikan pada 2007. Meskipun berformat live action, Diary of a Wimpy Kid menyisipkan animasi di sejumlah adegannya. Klip animasi ini biasanya menggambarkan tentang sudut pandang Greg yang ia gunakan dalam buku hariannya.

Termasuk dalam para pemain film Diary of a Wimpy Kid adalah Zachary Gordon yang berperan sebagai Greg Heffley, Robert Capron sebagai Rowley Jefferson, Devon Bostick sebagai Rodrick Heffley, Connor dan Owen Fielding sebagai Manny Heffley, Chloë Grace Moretz sebagai Angie Steadman, Karan Brar sebagai Chirag Gupta, Grayson Russell sebagai Fregley, serta Laine MacNeil sebagai Patty Farrell.

Berikut adalah sinopsis film Diary of a Wimpy Kid.

Sinopsis Film Diary of a Wimpy Kid (2010)

Film Diary of a Wimpy Kid berpusat pada kisah keseharian Greg Heffley. Greg adalah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang sedang menjalani bagian awal masa remajanya.

Greg memiliki kebiasaan untuk menceritakan tentang hari-hari yang ia jalani serta kehidupannya dalam sebuah buku harian. Di buku harian itu, Greg mengeluh tentang bagaimana tidak enaknya menjadi anak tengah dalam keluarganya.

Greg memiliki seorang kakak laki-laki bernama Rodrick yang selalu memperlakukannya dengan semena-mena. Rodrick kerap berbuat usil pada Greg.

Selain itu, meski orang tuanya bersikap suportif pada Greg, mereka selalu lebih berpihak pada adik laki-laki Greg yang bernama Manny. Manny masih berusia balita, tetapi ia selalu bisa membuat Greg terjebak dalam masalah. Oleh karena itu, hampir setiap saat Greg selalu bertengkar dengan kedua saudaranya ini.

Greg memiliki seorang sahabat bernama Rowley Jefferson yang sifatnya sangat lugu dan kekanakan. Walaupun Greg diam-diam sering memanfaatkan keluguan Rowley untuk kepentingannya, mereka tetap berteman akrab.

Suatu pagi, Greg bersiap untuk menjalani hari pertamanya di sekolah menengah pertama. Rowley juga akan pergi ke sekolah menengah pertama yang sama dengan Greg.

Di sekolah menengah pertama, semua siswa seakan terpecah dalam berbagai kelompok pertemanan yang berbeda. Setiap anak punya kepribadian masing-masing yang terasa sangat berbeda dan aneh bagi Greg.

Apalagi, Greg juga merasa bahwa seakan ada tingkatan popularitas di kalangan para siswa. Sialnya, ia dan Rowley yang canggung secara sosial pun seakan menempati kelompok bawah dalam tingkatan popularitas itu.

Pada hari pertamanya bersekolah, Greg mendapati bahwa sekolah menengah pertama benar-benar adalah sebuah mimpi buruk. Belum apa-apa, Greg sudah melihat sendiri bagaimana ada pintu kamar mandi untuk anak laki-laki di sekolahnya yang terlepas.

Tak hanya itu, Greg dan Rowley juga kesulitan untuk mendapatkan bangku di kafetaria sekolah mereka pada saat makan siang. Akibatnya, mereka harus makan di lantai. Seakan semua itu belum cukup, Greg dan Rowley lalu dihampiri oleh seorang anak aneh bernama Fregley yang punya kebiasaan jorok dan tak peduli pada kebersihan.

Bencana lain bagi Greg dan Rowley adalah setiap jam pelajaran olahraga. Sebagai dua anak dengan bentuk tubuh yang sama sekali tidak atletis, Greg dan Rowley seakan selalu jadi sasaran bagi anak-anak lain yang bertubuh lebih besar dari mereka.

Suatu hari, saat guru olahraga mereka mengadakan permainan gladiator, Greg dan Rowley akhirnya melarikan diri dan bersembunyi di bawah tribun lapangan. Saat sedang bersembunyi, mereka bertemu dengan Angie Steadman.

Angie adalah seorang siswa kelas tujuh yang mengaku lebih suka menghabiskan waktunya dengan menyendiri agar tidak diganggu oleh anak-anak lain. Ia juga merupakan anggota klub jurnalistik di sekolah mereka yang meliput untuk surat kabar siswa.

Greg lalu memberitahu Angie bahwa tak seperti Angie, ia justru berencana untuk bisa menjadi siswa paling populer di sekolah mereka.

Greg dan Rowley juga sempat mengobrol dengan salah satu teman mereka, Chirag Gupta. Chirag menunjukkan pada Greg dan Rowley selembar keju busuk dan berjamur yang tergeletak di tengah lapangan sekolah.

Menurut Chirag, para siswa di sekolah itu menyepakati bahwa siapapun yang baik sengaja maupun tak sengaja menyentuh keju berjamur itu, maka ia akan dijauhi oleh seluruh siswa. Chirag menyebut bahwa hal itu disebut sebagai “Cheese Touch”.

Siapapun yang telah mendapatkan “Cheese Touch” akan terus dijauhi sampai ia berhasil meneruskan “Cheese Touch” itu dengan cara menyentuh anak lain, dan begitu pun seterusnya.

Keesokan harinya di sekolah, Greg mendaftar dalam tim gulat sekolahnya dengan harapan bahwa ia bisa terlihat kuat dan keren di hadapan para siswa lain. Tetapi, ternyata setelah mengikuti sesi latihan, Greg ditempatkan di kelompok anak-anak kurus dengan berat badan paling rendah.

Greg mengira bahwa ia akan bisa dengan mudah mengalahkan anak-anak lain di kelompok itu. Pada kenyataannya, ia justru kalah telak dari Fregley yang aneh. Greg juga dikalahkan oleh Patty Farrell, seorang anak perempuan ambisius yang sangat membenci Greg sejak dari sekolah dasar.

Suatu hari, tibalah perayaan Halloween. Greg dan Rowley keluar untuk melakukan trick or treat. Mereka lalu bertemu sekelompok anak remaja nakal yang berkendara dengan mobil dan merundung Greg dan Rowley.

Greg mengancam bahwa ia akan melaporkan para remaja itu ke polisi. Mendengar ancaman Greg, para remaja itu menjadi marah dan mulai mengejar Greg serta Rowley.

Greg dan Rowley bersembunyi di rumah nenek Greg. Setelah tersudut, Greg dan Rowley akhirnya berhasil lolos dan kembali dengan selamat ke rumah mereka sendiri. Tetapi, saat melarikan diri itu, Greg tanpa sengaja merusak mobil para remaja itu yang sejak itu akhirnya menaruh dendam pada Greg.

Greg dan Rowley mencoba cara lain untuk menjadi populer. Kali ini, mereka mendaftar sebagai petugas patroli sekolah. Mereka juga mengikuti kontes komik di mana pemenangnya akan menjadi kartunis tetap untuk surat kabar siswa.

Suatu hari, saat sedang bermain dengan Rowley, Greg tanpa sengaja membuat Rowley mengalami kecelakaan hingga mematahkan lengannya. Hal ini justru membuat para gadis di sekolah mereka bersimpati pada Rowley dan mengelilinginya sepanjang waktu.

Tak hanya itu, komik Rowley juga terpilih sebagai pemenang dari kontes yang diadakan oleh surat kabar siswa. Semua hal ini membuat Greg menjadi iri dan pertemanannya dengan Rowley pun merenggang.

Suatu hari saat hujan deras, Greg menjalankan piketnya sebagai petugas patroli sekolah seorang diri. Siang itu, ia ditugaskan untuk mengantar pulang sekelompok anak-anak TK ke rumah mereka.

Tetapi, di tengah perjalanan, Greg melihat mobil para remaja yang merundung ia dan Rowley pada malam Halloween melintas. Greg pun segera menyuruh anak-anak kecil yang dipandunya agar masuk ke dalam sebuah lubang konstruksi yang dangkal untuk bersembunyi.

Setelah mobil itu lewat, seorang wanita yang tinggal tak jauh dari trotoar itu melihat aksi Greg menyembunyikan anak-anak kecil itu. Wanita itu mengira bahwa Greg adalah Rowley karena segalanya nampak tidak begitu jelas karena hujan. Greg yang panik lalu kabur dan meninggalkan anak-anak kecil itu di tengah hujan deras yang turun itu.

Setelah guru mereka mendapatkan laporan tersebut, Rowley pun diberhentikan dari perannya sebagai petugas patroli sekolah. Greg akhirnya mengaku pada Rowley bahwa sebenarnya ia adalah sosok yang harusnya bertanggung jawab terkait insiden itu.

Rowley lalu menjadi marah karena merasa Greg tidak berani mengakui kesalahannya. Rowley lalu teringat berbagai kejadian lain saat Greg berulang kali mencuranginya. Ia pun memutuskan untuk mengakhiri persahabatan mereka.

Greg akhirnya dikeluarkan dari keanggotaan petugas patroli sekolah, sementara Rowley kembali aktif. Meski begitu, usaha Greg untuk mengejar popularitas belum selesai.

Greg mendaftar dalam pertunjukan drama The Wizard of Oz yang akan diadakan oleh sekolahnya. Ia terpilih untuk memainkan peran utama sebagai Dorothy. Tetapi, Patty yang juga bergabung dalam drama tersebut mendesak guru mereka untuk memberi peran itu pada Patty.

Greg pun setuju untuk berperan sebagai pohon dalam pementasan itu karena mengira bahwa akan ada adegan di mana para pohon akan melempar apel pada Dorothy. Tetapi, pada saat latihan, ia diberitahu bahwa para pohon tidak akan melempar apel dan hanya akan bernyanyi saja.

Saat tiba hari pementasan, keluarga Heffley datang untuk menonton penampilan Greg. Rodrick bahkan sengaja merekam video pertunjukan itu sebagai bahan olok-olokan pada Greg nantinya.

Greg menolak untuk ikut bernyanyi karena Rodrick merekam video penampilannya. Patty marah pada Greg karena mengganggu pertunjukan. Greg lalu membalasa Petty dengan melempar apel ke arahnya. Pertunjukan itu akhirnya berubah menjadi kekacauan.

Beberapa hari kemudian, Greg lalu berpapasan dengan Rowley di lapangan sekolah. Mereka kemudian terlibat adu mulut.

Para siswa lain menyoraki agar mereka saling bertarung. Tetapi, sebelum itu terjadi, tiba-tiba para remaja dari malam Halloween itu datang. Mereka menghampiri Greg dan Rowley dan menyuruh Rowley untuk memakan keju berjamur yang ada di lapangan itu.

Guru olahraga sekolah mereka lalu muncul dan membubarkan kerumunan siswa itu. Para remaja itu juga berhasil lolos.

Setelah keributan itu usai, para siswa menyadari bahwa keju berjamur itu sudah tidak ada lagi. Greg lalu berusaha melindungi Rowley dengan mengatakan bahwa ia telah memakan keju itu.

Aksi Greg ini membuat Rowley akhirnya tersentuh dan bersedia memaafkan Greg. Mereka pun kembali bersahabat.

Di akhir semester itu, Greg dan Rowley berhasil menjadi populer lewat cara yang tak terduga. Mereka dipilih oleh para siswa lain sebagai “sahabat paling imut” di buku tahunan sekolah.

Demikian lah ulasan dan sinopsis film Diary of a Wimpy Kid.

Banyak adegan dalam film Diary of a Wimpy Kid yang akan bisa mengundang tawa penonton. Berbagai kekonyolan mewarnai kisah keseharian Greg sebagai seorang anak yang beranjak remaja. Para tokoh lain di film Diary of a Wimpy Kid yang punya beragam kepribadian aneh juga semakin menambah kelucuan film ini.

Sumber foto: 20th Century Fox

Written by Adelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Sinopsis Film Coco (2017), Petualangan Mencari Jawaban Teka Teki

Review Sinopsis Film Parasite (2019), Thriller Kritik Sosial Yang Juarai Oscar 2020